Sabtu, 04 Juli 2009

PROSES MENGHIMPUN BERITA PADA MEDIA MASSA TELEVISI DI BATU TV KOTA BATU

RIWAYAT HIDUP I

A. Data Pribadi

Nama : Rollyansyah
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat / Tanggal lahir : Setalik, 08 Maret 1987
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status Perkawinan : Belum Kawin
No.Telp / HP : 085234188587
Alamat : Jl. Tlogomas Gg. III, No. 66
Kec. Lowok waru

B. Riwayat Pendidikan

1. Lulus SD Negeri 4 Setalik tahun 1998
2. Lulus SLTP Negeri 1 Sejangkung tahun 2001
3. Lulus SMK Negeri 1 Sambas tahun 2004
4. Terdaftar sebagai Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan
Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang, 2005

C. Pengalaman Organisasi

1. Humas Himakom (Himpunan Mahasiswa Komunikasi) Univer sitas
Tribhuwana Tungga Dewi, Malang
2. DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) Universitas Tribhuwana
Tungga Dewi, Malang
3. Kabid (Kepala Bidang) P3A (Pelatihan, Pengembangan dan
Pembinaan Anggota) HMI Komuni (Himpunan Mahasiswa Islam
Komisariat Unitri) Cabang Malang.
4. Sekretaris Ikamas (Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Sambas)
5. Kabid Artikel Pers Kampus Media Buana Universitas Tribhuwana
Tungga Dewi, Malang
6. Pengurus IKS. PI (Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia) “Kera Sakti”
Universitas Tribhuwana Tungga Dewi, Cabang Malang.

D. Pendidikan dan Pelatihan

September 2005-Sekarang : Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi
Universitas Tribhuwana Tunggadewi University
September 2007 : Asisten Sutradara Film ”Topeng” di Unitri
21 November 2007 : Studi Ekskursi diberbagai Media Massa di
Surabaya
13 April 2008 : Diklat Jurnalistik di UIN Malang
26 April 2008 : Workshop Jurnalistik Radio di Unmer Malang

vii


BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Sejak media massa pertama, Acta Diurnal di zaman Romawi -Yunani
hingga saat ini perkembangannya sudah sangat maju. Bila pada percetakan Acta
Diurnal hanya berupa kertas lembaran ( news sheet), kini media massa sudah
sangat beragam. Media cetak sudah terdiri dari surat kabar, tabloid dan majalah.
Sedang media elektronik terdiri dari radio dan televisi, juga meluas penggunaan e-
news yang berbasis internet.
Perkembangan media massa di Indone sia kini juga tumbuh sangat cepat,
terutama sejak reformasi yang ditandai dengan pemberian kebebasan terhadap
pers. Sejak adanya surat kabar Baviasche Nouvelles yang terbit di Batavia 1774,
kini jumlah media cetak dan elektronik semakin bertambah banyak da ri waktu ke
waktu.
Menurut Lasswell, media massa berfungsi menghibur, memberikan
informasi dan mendidik (Effendy, 1986). Fungsi media massa begitu beragam,
menurut pendapat beberapa pakar. Salah satunya ialah menurut Effendi, media
massa, yang biasanya juga dikatakan pers, sebagai sarana yang memberi
informasi, menghibur, mendidik dan mempengaruhi (Mondry, 2007).
Dari beberapa pendapat tentang fungsi maupun peran media massa, intinya
ialah memberikan informasi. Jika dilihat kondisi saat ini, Begitu ”hausny a”
masyarakat akan informasi. Bukan hanya sekedar informasi biasa, tetapi informasi
yang menarik dan terbaru. Biasa juga disebut dengan berita.2
Berita merupakan informasi atau laporan yang m enarik perhatian
masyarakat konsumen, berdasarkan fakta atau ide (pendapat), disusun sedemikian
rupa dan disebarkan media massa dalam waktu secepatnya (Mondry, 2007).
Dapatlah diketahui syarat berita harus merupakan fakta bukan karangan (fiksi)
atau dibuat-buat.
Sebuah berita pada sebuah media massa memberikan dampak yang besar
terhadap masyarakat sehingga sudah seharusnya media massa memberikan
informasi yang objektif dan berimbang Jika diamati, bahwa media yang lebih
efektif dan efisien dalam penyebaran b erita ialah media massa televisi juga
merupakan media pandang dengar.
Adanya informasi yang telah mampu menempatkan posisi sebagai televisi
pilar demokrasi dan perubahan sosial, dan secara ekonomis memberikan
kontribusi dominan terhadap perusahaan.
Hanya program yang dikelola secara professional dan berorientasi kepada
kepentingan publik yang akan mampu bertahan lama. Dalam hal ini, Batu TV
telah mampu mencapai seluruh khalayak secara luas di wilayah kota dan
kabupaten Malang.
Pertumbuhan televisi sekarang sudah merambah daerah, artinya di daerah -
daerah sudah banyak bermunculan televisi lokal. Tidak jarang daerah tingkat dua
memiliki televisi daerah lebih dari satu.
Dalam PKL ini, lebih mendalami proses menghimpun berita, mulai
perencanaan dalam pencarian berita sampai pemberitaan atau disiarkan kepada
publik. Karena, dalam pengelolaan berita pada suatu perusahaan sangat
menentukan eksis dan tidaknya serta maju dan mundurnya perusahaan.
1.2. Tujuan PKL
Kegiatan PKL ini bertujuan :
Untuk mengetahui bagaimana proses menghimpun berita di Batu TV.
Mulai dari pra peliputan, peliputan sampai dengan pasca peliputan berita.
1.3. Manfaat PKL
1.3.1. Bagi Mahasiswa
1. Dapat mengetahui situasi dan kondisi dunia kerja yang sesungguhnya
serta menuntun mental dan kepribadiannya dalam dunia kerja.
2. Sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mempraktekkan teori -teori yang
diperoleh dalam perkuliahan.
3. Menambah wawasan dan pengalaman dalam dunia kerja khususnya
dunia Jurnalistik sehingga menjadi tolok ukur pene ntuan karier dimasa
mendatang.
1.3.2. Bagi Lembaga Pendidikan (Universitas)
1. Meningkatkan mutu dan kualitas akademik mahasiswa
2. Sebagai tolok ukur dalam melakukan penilaian akademik mahasiswa.4
1.3.3. Bagi Perusahaan
1. Sebagai masukan yang berguna untuk pengembangan perusahaan di
masa yang akan datang.
2. Membantu pekerjaan yang ada dalam perusahaan sesuai kemampuan
mahasiswa.
5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komunikasi Massa
2.1.1 Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi atau Communication berasal dari kata laitn Communicatio
dan bersumber dari kata communis yang berarti sama maksudnya adalah sama
makna. Sedangkan menurut Laswell (dalam Effendy, 1986) komunikasi adalah
proses penyampaian pesan oleh komunikator k epada komunikan melalui media
yang menimbulkan efek tertentu. Bisa dikatakan bahwa komunikasi merupakan
usaha dalam penyamaan persepsi dari komunikator kepada komunikan.
Menurut Gerbner (dalam Karlinah, dkk, 2003) komunikasi massa ialah
produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan
yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.
Sedangkan definisi komunikasi massa yang paling sederhana di kemukakan oleh
Bittner (Jalaluddin, 2004) adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media
massa pada sejumlah besar orang. Tergambar bahwa komunikasi massa itu
menghasilkan suatu produk berupa pesan -pesan komunikasi.
2.1.2 Karateristik Komunikasi Massa
Beberapa karateristik media massa menur ut Karlinah, dkk (2003) ialah:
1. Komunikator terlembagakan
2. Pesan bersifat umum
3. Komunikan anonim dan heterogen6
4. Media massa menimbulkan keserempakan
5. Komunikasi massa mengutamakan unsur-unsur “isi” dari pada
“hubungan”.
6. Komunikasi massa bersifat satu arah
7. Stimulasi alat indra ”terbatas”
8. Umpan balik komunikasi massa tertunda ( delayed).
2.1.3 Fungsi Media Massa
Menurut Laswell (dalam Effendy, 1986) fungsi dari media massa adalah:
a. Mendidik
b. Memberi informasi
c. Mengibur
Sedangkan menurut Assegaff (dalam Mondry, 2007) menyebutkan pers
sebagai sarana yang memberi informasi, menghibur, mendidik dan kontrol sosial.
2.1.4 Media Komunikasi Massa
Menurut Karlinah (2003), media komunikasi massa ialah:
a. Pers
b. Radio
c. Televisi
d. Film7
2.2 Teori-Teori Komunikasi massa
2.2.1 Teori Difusi Inovasi
Pada umumnya aplikasi komunikasi massa yang utama ialah berkaitan
dengan proses adopsi inovasi (hal -hal/nilai baru) (Karlinah, dkk, 2003). Asumsi
dasar teori difusi inovasi adalah bahwa media massa mempunyai efek yang
berbeda-beda pada titik-titik waktu yang berlainan, mula dari menimbulkan tahu
sampai mempengaruhi adopsi atau rejeki (penerimaan atau penolakan) (Jalaluddin
dalam Karlinah, dkk 2003).
2.2.2 Teori Agenda Setting
Teori Agenda Setting dimulai dengan suatu asumsi bahwa media massa
menyaring berita, artikel, atau tulisan yang akan disiarkan. Secara selektif, “ gate
keeper” seperti penyunting, redaksi bahkan wartawan sendiri yang menentukan
mana yang pantas diberitakan dan mana yang tidak. Menurut Mc Combs dan
Shaw (dalam Karlinah, dkk, 2003) dampak media massa - kemampuan untuk
menimbulkan perubahan kognitif di anatara individu -individu- telah dijuluki
sebagai fungsi agenda setting dari komunikasi massa. Disinilah terlet ak efek
komunikasi massa yang terpenting, kemampuan media untuk menstruktur dunia
buat kita.
2.3 Media Televisi
2.3.1 Pemahaman Media Televisi
Media ini merupakan media yang dapat mendominasi komunikasi massa
yang disebabkan oleh sifatnya yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan
khalayak. Televisi bersifat audio visual (didengar dan dilihat), hidup dan dapat8
menggambarkan kenyataan dan langsun g dapat menyajikan peristiwa yang tengah
terjadi kesetiap rumah para pemirsa dimanapun mereka berada (Karlinah, dkk,
2003).
2.3.2 Pengaruh dan Daya Tarik TV
a. Pengaruh Media TV
Menurut Jalaludin (2004), media massa adalah faktor lingkungan yang
mengubah perilaku khalayak melalaui proses pelaziman klasik, pelaziman operan
atau proses imitasi. Hal ini tidak lepas dari pengaruh media massa (televisi) yang
antara lain:
 Mudah ditiru
 Membujuk
 Mempengaruhi perilaku
 Mempengaruhi emosi (pikiran)
b. Daya Tarik TV
Daya tarik televisi karena dia bersifar audio dan visual. Bahwa masyarakat
lebih menyenangi sesuatu yang bisa dilihat dan didengar tanpa perlu susah -susah
untuk berfikir atau mencerna. Daya tarik televisi terletak pada:
 Isi
 Teknis gambar
 Teknis suara9
2.3.3 Kelebihan Televisi
a. Memiliki kemampuan menampilkan visual dan audio
b. Dapat merangkum beberapa jenis media dalam satu program
c. Dapat menggunakan berbagai efek dan teknik untuk membuat
daya tarik.
d. Dapat menghadirkan sumber yang sukar dan langka, dan
e. Penggunaannya cukup fleksibel.
f. Dapat menampilkan proses (cepat), animasi, gambar secara detail
(media Close Up / CU).
2.4 Pemahaman Berita
Berita bisa didefinisikan sebagai laporan pertama dari kejadian
yang penting sehingga dapat menarik perhatian umum (Hepwood dalam
Pareno, 2005).
Sedangkan menurut Mondry (2007) berita adalah informasi atau
laporan yang menarik perhatian masyarakat konsume n, berdasarkan fakta
atau ide (pendapat), disusun sedemikian rupa dan disebarkan media massa
dalam waktu secepatnya.
Sejumlah indikator pada apa yang disebut news atau berita (Pareno,
2005) ialah:
Laporan
Informasi
Baru
Benar10
Tidak memihak
Fakta
Arti penting
Menarik perhatian umum
2.5 Proses Menghimpun Berita
Proses menghimpun berita dimulai dari redaktur menugaskan reporter
untuk meliput; kemudian reporter tersebut mencari dan mengumpulkan hal -hal
yang diperlukan. Dalam tahap ini dibiasakan menyusun suatu perencanaan dulu
dengan membuat semacam check-list (daftar periksa) tentang apa-apa yang
dikerjakan. Selanjutnya, ketika tulisan reporter sampai dimeja redaktur, dilakukan
penilaian layak atau kurang layaknya suatu berita untuk dimuat (Budyatna, 2006).
a. Persiapan Menghimpun Berita
Untuk meliput sebuah peristiwa yang ak an disiarkan dalam berita, maka
paling sedikit akan melibatkan dua orang kerabat kerja. Yaitu seorang reporter
dan seorang juru kamera. Di beberapa stasiun televise ada yang membentuk tim
yang terdiri tiga orang kerabat kerja yaitu reporter, juru kamera ( cameraman) dan
juru suara (soundman) (Muda, 2003).
Untuk seorang reporter sebaiknya dapat mengumpulkan informasi (data)
awal sebanyak-banyaknya tentang berita yang akan diliputnya nanti. Seorang
reporter harus mendapatkan data terinci yang cukup agar dapat menuliskan
laporannya secara padat, singkat dan akurat (Muda, 2003).11
Buku catatan, computer notebook (jika punya) dan tape recorder kecil
harus selalu bersama kemanapun seorang reporter bertugas (Muda, 2003).
Ingatkan kepada juru kamera, apakah kameranya siap pakai, baterai, kabel,
mikropon, tripod, kabel, dan lampu -lampunya dapat berfungsi dengan baik?
Reporter juga harus memberitahu kepada juru kamera tentang materi apa yang
akan diliput dan siapa saja yang r encananya akan diwawancarai (Muda, 2003).
b. Menggambarkan peristiwa dalam berita TV
c. Membuat lead berita
d. Menyunting dan menyusun berita
e. Menulis naskah berita.

12

BAB III
METODE PELAKSANAAN PKL

3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan PKL
Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan di Batu TV yang beralamat di
Oro-oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur . Adapun pelaksanaan kegiatan PKL
dilaksanakan mulai tanggal 26 Mei sampai 26 Juni 2008.
3.2. Metode PKL
Dalam kegiatan PKL ini digunakan beberapa metode antara lain:
a. Observasi
Peserta PKL melakukan pengamatan langsung dan tidak langsung
terhadap kegiatan dan proses menghimpun berita yang terjadi di tempat PKL.
Observasi ini guna mendapatkan data objektif .
b. Dokumen
Peserta PKL mendapatkan atau juga mencari data -data otentik pendukung
kegiatan PKL baik yang diperoleh langsung dari tempat PKL atau data -data
tambahan dan internet sebagai pendukung kegiatan. Selain itu pendokumentasian
setiap kegiatan untuk pelaporan kegiatan PKL.
3.3. Matrikulasi PKL
Kegiatan Waktu Pelaksanaan13
Minggu
I
Minggu
II
Minggu
III
Minggu
IV
Kegiatan Pra Liputan:
-Rapat Redaksi
-Rapat Agenda setting
-Plotting tim liputan
X
Kegiatan Liputan:
- Proses peliputan di
lapangan
X X
Kegiatan Pasca Liputan:
-Penulisan naskah, editing
dll
X

14

BAB IV
KEADAAN UMUM TEMPAT PKL

4.1 Gambaran Umum Lokasi
Lembaga penyiaran swasta adalah lembaga penyiaran yang bersifat
komersial berbentuk badan hukum Indonesia, yang bidang usahanya
menyelenggarakan jasa penyiaran radio atau televisi.
Stasiun penyiaran lokal adalah stasiun yang didirikan di lokasi tertentu
dengan wilayah jangkauan terbatas dan memiliki studio dan pemancar sendiri.
Wilayah jangkauan siaran adalah wilayah layanan siaran sesuai dengan
ijin yang diberikan, yang dalam wilayah tersebut dijamin bahwa sinyal dapat
diterima dengan baik dan bebas dari g angguan atau interferensi sinyal frekuensi
radio lainnya.
Batu TV merupakan suatu bentuk badan usaha penyiaran swasta lokal
yang wilayah siarannya mencakup malang raya dan sekitarnya.
4.1.1 Sejarah Batu TV dan Perkembangannya
Batu TV berdiri dilatarbelakangi oleh adanya otonomi daerah kota
administratif batu menjadi kota Batu, munculnya undang -undang pertelevisian
lokal dan dari letak demografi ada potensi usaha pertelevisian di Malang Raya.
Selain itu banyaknya potensi -potensi daerah yang dapat dikembangk an,
status kota malang sebagai kota pelajar dimana mahasiswa dan pelajar dari
seluruh pelosok daerah menempuh pendidikan di kota malang, potensi pariwisata
yang sangat besar, serta kreatifitas masyarakatnya.15
Batu TV merupakan televisi lokal pertama di Mala ng Raya yang
menempati frekuensi lokal 48 UHF. Lokasi dan studio siaran yang berada di
lereng gunung dan pergunungan setinggi ± 1.100 m dari permukaan laut ditunjang
dengan pemandangannya yang indah merupakan keuntungan tersendiri bagi Batu
TV untuk mendapatkan view yang bagus dalam pengambilan gambar untuk
sebuah produksi acara dan menembus jangkauan pancar hingga ke pelosok
Malang raya.
Program acara Batu TV terbentuk berdasarkan kerjasama dengan tim
kreatif Batu TV, Production House (PH) dan Event Organizer (EO) baik lokal
maupun nasional.
Dengan ± 3.716.150 jiwa penduduk Malang raya Batu TV mencoba
menjawab tantangan persaingan antar stasiun televisi swasta yan nampak
sekarang ini, baik persaingan program acara, seperti paket acara musik, fil m, olah
raga, sinetron, informasi/berita dan bahkan persaingan dalam perebutan iklan,
dengan kualitas yang tidak bisa diremehkan begitu saja.
4.1.2 Profile Batu TV
Nama Perusahaan : Batu Televisi
Status Perusahaan : Swasta
Status Televisi : Televisi Lokal
Alamat : Desa Dresel Oro-oro Ombo Kota Batu, Malang
Luas Tanah : 5.560 m2
Luas Bangunan : 227 m2
Septictang : 2 Buah16
Saluran Air : 40 m2
Rabatan : 168,5 m2
Tinggi Tower : 33,5 meter
Koordinat : 07o
54’ 28, 2” SO
112o
31’ 24, 3” E
Bearing : 272o
Elevasi : ± 1097 meter
No Telp : 0341-512333-597666
Tahun Berdiri : 16 Agustus 2003
Fungsi : Media Informasi, Hiburan dan Promosi
Tinggi Dataran Batu TV : 1100 m di atas Permukaan Laut
Visi:
Menjadikan pemimpin terkemuka dalam bisnis pertelevisian lokal,
khususnya di daerah Malang Raya.
Misi:
Menjadikan yang pertama, terbaik dan terpercaya bagi konsumen dalam
jasa untuk pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, kepariwisataan,
pertanian, perdagangan, kerohani an, hiburan dan olah raga serta informasi
kejadian seputar di daerah Malang Raya.
Dengan demikian Batu TV akan memberikan pelayanan kualitas maupun
kwantitas yang terbaik serta menjalankan bisnis berdasarkan komitment, etika,
kerja sama, profesionalisme dan kesejahteraan.17
Posisi frekwensi
Channel Vision car Spaci car Sound car
48 UHF 687.25 5.5 692.75
Coverage Area
Kekuatan
Jangkauan
Timur Barat Utara Selatan
1000 watt Malang
Pujon
Wlingi
Blitar
Lawang
Singosari
Dampit
Kepanjen
Efek Areal
Jangkauan
Timur Barat Utara Selatan
Lumajang
Sumenep
Pamekasan
Trenggalek Mojokerto -18
Respon dari masyarakat:
Penerimaan tayangan dan pendapat tentang adanya Batu Televisi
Hari ke
Jumlah
penelepon
Pendapat
tentang
adanya
Batu
Televisi
Penerimaan (%)
Suara Gambar
Baik Cukup Jelek Baik Cukup Jelek
Pertama 776 Baik 40 40 20 40 40 20
Kedua 1192 Baik 60 30 10 50 20 30
Ketiga 1897 Baik 85 - 15 70 - 30
Keempat 992 Baik
Baik
Baik
Responden Batu TV
Dari 1000 Sample
Program Acara
Jumlah
Responden Musik Film
Pengobatan
Alternatif
Talk
Show
dan
Dialog
Religi Umum
News
Lokal
Anak-anak
4-10 Th
2 % - - - 1 % 1 % 1 % 5 %19
Pelajar
11-18 Th
5 % - 1 % 4 % 1 % 1 % 2 % 14 %
Mahasiswa
19-22 Th
4 % 4 % 2 % 3 % 2 % 1 % 4 % 20 %
Lembaga/
Perusahaan
2 % - 1 % 1 % 1 % 2 % 4 % 11 %
Masyarakat
Umum 30
Th. ke atas
13 % 2 % 15 % 4 % 5 % 4 % 7 % 50 %
Jumlah 17 % 10 % 19 % 17 % 11 % 8 % 18 % 100 %
4.1.3 Program-program Acara Batu TV
1. Info Malang Raya (Berita)
2. Mimbar Juma’at (Religius Islam)
3. Alunan Nada (Intertainment)
4. Liputan Khusus (Order Masyarakat)
5. Gala Sinema Mandarin
6. Penyegar Rohani Kristiani
7. Penyejuk Iman (Religius Kristiani)
8. Siraman Rohani (Religius Kristiani)
9. Interaktif Paguyupan Tri Tunggal (Pengobatan Alternatif)
10. Interaktif Mbah Gendung (Pengobatan Alternatif)
11. Interaktif Ki Kusno (Pengobatan Alternatif)20
12. Interaktif Reiki (Pengobatan Alternatif)
13. Interaktif Kurnia Healt Center (Pengobatan Alternatif)
14. Interaktif Jamu Dewa Dewi (Pengobatan Alternatif)
15. Interaktif Pengobatan Kurnia (Pengobatan Alternatif)
16. Interaktif Hidayah Ilahi (Pengobatan Alternatif)
17. Interaktif Love & Honesty (Talk Show)
Lama Penayangan:
 13 jam (hari Senin s/d Juma’at mulai jam 09.00 sampai 22.00 Wib)
 13 jam (hari Sabtu s/d Minggu mulai jam 09.00 sampai 22.00 Wib)
Program Tayangan Batu TV
No Program acara Alasan
01
Info Malang Raya
(news)
1. Memberikan segala informasi dan
kejadian-kejadian teraktual seputar
Malang Raya
2. Permintaan masyarakat untuk
menunjukan atau mempromosikan
kemampuan dan asset yang dimiliki
3. Menghibur masyarakat Malang Raya
02
Talk Show/Dialog
interaktif
03
Film (Local dan
International)
04
Order dari Masyarakat
(Liputan Khusus, Live
Show)
05
Kerjasama dengan
Production House21
Jam Acara Lokal Batu Televisi (Sementara)
Jam Tayang Program Nama Program Ket
12.00-13.00 Berita News
Info Malang Raya
(Rec)
Setiap hari kecuali
Minggu
12.00-13.00 Music
Extra Music
(Video Clip)
Setiap hari kecuali
Minggu
16.00-17.30 Interaktif
Kesehatan+Order
Masyarakat
Setiap hari kecuali
Minggu
19.00-19.30 Berita/News Info Malang Raya Setiap hari kecuali
Minggu
20.00-21.00 Film lokal
Gala Asia
(Mandarin)
Setiap hari kecuali
Minggu
22.00-23.00
Music
Music Indie,
Alunan Nada,
Campur Sari
Setiap hari kecuali
Minggu
Acara Lokal Liputan Khusus Setiap hari
4.2 Tujuan dan Berdirinya Stasiun TV Lokal Batu TV
1. Mengangkat asset lokal di kawasan kota Batu dan Malang Raya
2. Mengangkat kembali kebudayaan dan pariwisata khususnya di kota
Batu dan Malang Raya
3. Media informasi dan hiburan untuk masyarakat kota Batu dan
Malang Raya22
4. Membantu mensosialisasikan setiap program-program pemerintah
maupun swasta kepada masyarakat
5. Membantu mensosialisasikan setiap potensi -potensi baik
menyangkut SDM maupun SDA.
4.2.1 Logo Batu TV
Mengingat dan menimbang letak stasiun Batu TV
terletak di Dusun Dresel Oro-oro Ombo, Batu Malang
dimana mayoritas penduduknya bermata pencarian
sebagai petani apel dan banyak terdapat perkebunan apel,
dari situlah pendiri Batu TV mempunyai ide untuk
mengabadikan buah apel dengan warna hijau muda sebagai lambang dari stasiun
televisi lokal bernama Batu TV.
Selain itu guna memunculkan rasa kedekatan emosi atau memunculkan
rasa memiliki dan masyarakat lebih muda mengingat nama Batu TV yang sesuai
dengan nama tempat mereka tinggal, dari situlah muncul nama Batu Televisi.
Sedangkan daun dan batang pada lambang bergambar apel denga n warna
merah muda melambangkan kesuburan dan kemakmuran dari tanah di daerah
Batu dan Malang Raya
4.2.2 Sumber Daya Manusia Batu TV
Batu TV terdiri dari 37 (Tiga puluh tujuh) karyawan dengan 19 (sembilan
belas) karyawan tetap dan 18 (delapan belas) karyaw an tidak tetap. Belum
termasuk karyawan Free lance seperti marketing dan responden berita yang tidak23
di gaji dari Batu TV, melainkan dihargai dengan sistem perolehan fee atas orderan
yang mereka dapatkan.
4.2.3 Struktur Organisasi Batu TV
4.2.4 Pembagian Tugas
Dalam pembagian tugas di Batu TV sesuai struktur organisasi yang
berlaku,setiap karyawan memiliki tanggung jawab masing -masing sesuai dengan
kewajiban dalam melaksanakan tugas.
1. Tim Liputan Produksi
Dalam tim liputan produksi II bertugas sebagai wartawan, reporter dan
kamerawan tugasnya mencari berita untuk info Malang Raya selain iu juga
bertugas meliput acara-acara blocking time.
Direktur Utama
Andry Hoediono
Penanggung Jawab Kepegawaian
Program dan Inventarisasi
Seri, Erika, Ika
Penanggung Jawab
Produksi I
Abd. Umar
Penanggung Jawab
Marketing
Anton Soebagio
Penanggung Jawab
Redaksi dan Produksi II
Arief
Tim Liputan Produksi
II
Iwan
Anggun
Nico
Simon
Sutris
Eko
Arlis
Joni
Editor
Agung
Indar
Ismo
Ardi
Tim Produksi I
Didik
Juono
Wawan
Indar
Samsul
Marketing
Alle
Maulana
Hisa
Alex
Master
Control
Dimas
Bagio24
2. Master Control
Master control bertanggung jawab dalam menyiarkan program acara
dengan alat-alat yang mendukung kinerjanya dalam memancarka siaran secara
langsung pada audience.
3. Editor
Editor bertugas menyensor dan mengedit hasil liputan yang didapat
kameraman dari lapangan sehingga mampu menghasilkan suatu tayangan
bermutu, selain itu editor juga menyensor hasil -hasil produksi di studio.
4. Tim Produksi I
Dalam tim produksi I bertugas memproduksi acara secara live di studio
ataupun siaran langsung diluar studio serta a cara-acara blocking time.
5. Marketing
Marketing bertugas memasarkan program-program dari Batu TV, mencari
orderan, mencari pemasang iklan dan tugas -tugas pemasaran lainnya.
4.2.5 Sarana dan Prasarana Batu TV
Batu TV yang terletak di ketinggian 110 m diat as permukaan laut dengan
luas tanah 5.560 m2
dan luas bangunan 227 m2
serta tower setinggi 33,5 meter
memilki sarana dan prasarana yang cukup memadai dalam menujang proses
penyiaran, baik program acara yang disiarkan secara langsung ataupun progam
acara rekaman.
Batu Televisi terdiri dari 3 (Tiga) Studio Produksi:
 Studio I :
Untuk studio berita terletak di lantai 2 gedung Batu TV25
 Studio II :
Untuk studio produksi indoor di lantai 1 Batu TV
 Studio III :
Untuk Studio Produksi outdoor di halaman luar g edung Batu TV
Studio I
Studio II26
Studio III
Transmitter27
Master control
Editing28
Kamera liputan
Produksi29
4.2.6 Legalitas (Hukum) Batu TV
Batu TV berdiri pada tanggal 3 Mei 2003, dengan perijinan sebagai
berikut:
1. Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : C -33 903 HT.01.01.
TH.2005
2. Ijin Kementrian Komunikasi dan Informasi. ASDEP Urusan Deputi
Bidang Sarana Komunikasi
3. Izin Walikota Batu Nomor : 550/1461/442.100/2003. Tanggal 7
Oktober 2003. Perihal rekomendasi izin penyelenggaraan siaran
televisi lokal
4. Izin DPRD Kota Batu. Nomor : 480/213/442.100/2003
5. Izin pemerintah propinsi Jawa Timur. Dinas Perhubungan No. AU.
102/B.205/106/IV/02. Perihal rekomendasi ketinggian menara.
6. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendapatan kota Batu
No.SK.188.4/356/422.203/2003, tentang pengukuhan sebagai wajib
pajak daerah dan retribusi daerah.

30

BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Uraian Pelaksanaan PKL
Dalam pelaksaan PKL di Batu TV, sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki, kami bekerja dalam divisi pemberitaan dan produksi.
Batu TV merupakan media penyiaran televisi yang selalu menghadirkan
informasi dan hiburan pada pemirsanya. Mak a diperlukan tanggungjawab yang
besar untuk memenuhi kebutuhan khalayak tersebut. Untuk itu, dalam
mengerjakan tugas-tugas di Batu TV, kami kerjakan dengan penuh
tanggungjawab dan sungguh-sungguh untuk hasil yang maksimal.
5.1.1 Bidang Pekerjaan Yang Dilakukan
a. Profesi sebagai wartawan televisi
Pekerjaan ini membutuhkan stamina yang baik serta motivasi yang
tinggi. Seorang reporter harus memiliki kegigihan dalam mengejar berita,
mau bekerja keras, dan siap berangkat dalam setiap saat ke lokasi liputan.
Wartawan televisi bekerja secara cepat mengumpulkan informasi,
menentukan lead berita dan melaporkannya.
Wartawan adalah profesi yang dituntut untuk mengungkap
kebenaran dan menginformasikan kepada publik seluas mungkin temuan -
temuan dari fakta-fakta yang berhasil digali, apa adanya, tanpa rekayasa
dan tujuan-tujuan subjektif tertentu.31
Dalam mencari berita t idaklah mudah, sebab tidak semua peristiwa
dapat diangkat kepada publik, baik yang merupakan peristiwa riil terjadi
atau masih berupa fenomena atau rencana pada masa akan datang. Berita
yang layak disajikan sesungguhnya sangat kompetitif harus sesuai denga n
kriteria-kriteria pada umumnya, yaitu:
1. Memiliki nilai aktualisasi tinggi
2. Memiliki magtitude (daya tarik) yang besar bagi kehidupan
masyarakat
3. Menyangkut kepentingan umum
4. Memiliki kedekatan dengan public, dimana media tersebut berada
5. Melibatkan tokoh publik
6. Humanis
7. Aneh (tidak umum)
Sebuah berita akan sangat bagus kalau memiliki semua kriteria
tersebut sekaligus. Tetapi ada tiga atau empat unsur sekaligus dalam
sebuah berita sudah bagus atau layak untuk dipublikasikan. Unsur aktual
dan menyangkut kepentingan umum merupakan unsur utama yang harus
dimiliki setiap berita.
Dalam rangkaian tugas wartawan telivisi dibutuhkan adanya proses
wawancara. Tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan keterangan
langsung dari sumber berita, yaitu ketera ngan aktual dari pelaku atau saksi
suatu peristiwa yang bernilai berita. Wawancara juga dibutuhkan guna
mendapatkan kesaksian dari pihak -pihak yang terlibat dalam suatu32
peristiwa, misalnya saksi mata, korban, pelaku, selain itu bila diperlukan
tanggapan dari pihak yang ahli.
Sebuah wawancara harus berlangsung terarah dan tepat sehingga
seluruh informasi yang dibituhkan dapat keluar dari narasumber secara
maksimal. Seorang pewawancara yang baik harus dapat mengantisipasi
kemungkinan adanya keterangan yang menarik dan baru (aktual) yang
belum pernah diucapkan sebelumnya. Jika ini yang terjadi, pewawancara
harus dapat mengejar dan menggalinya lebih dalam.
Melalui wawancara televisi, penonton akan dapat informasi dari
tangan pertama, penonton dapat melihat langsung wajah orang yang
diwawancarai. Penonton akan dapat melihat dengan jelas mimik. Ekspresi
dan emosi orang yang diwawancarai dan ini akan memberikan dampak
psikologis yang lebih besar dibandingkan dengan kutipan wawancara yang
dimuat di media cetak.
b. Profesi sebagai editor
Pekerjaan ini dilakukan diruang editing. Video editing adalah
pekerjaan yang memotong-motong dan merangkaikan potongan -potongan
gambar sehingga menjadi video utuh, memiliki cerita yang logis dan
saling berkaitan dan dapat disiarkan kepada audience. Teknologi mengedit
gambar dan suara telah berkembang dengan sangat pesat belakangan ini.
Gambar dan suara yang direkam dengan bantuan kamera sepanjang
puluhan menit harus dipotong-potong dan disusun kembali sehingga33
menjadi beberapa menit atau beberapa jam saja, baik itu menjadi berita
singkat atau menjadi program acara.
Editor melakukan pekerjaan editing berdasarkan materi yang ada di
kaset video, kaset video memiliki kemampuan untuk menyimpan gambar
dan suara yang masing-masing disimpan pada jalur tertentu pada pita
kaset.
Teknik editing yang digunakan di Batu TV adalah menggunakan
teknik non-linear dengan sistem ini materi mentah akan dipindahkan atau
disimpan terlebih dahulu di komputer yang nantinya dapat digunakan
software editing untuk mengedit gambar. Antara lain Adobe Primiere,
Sony Vegas, Ulead Studio, Pinnacle Studio dan masih banyak lagi
program sejenis dengan fitur -fitur yang berbeda.
Memotong gambar yang panjang, menyambung potongan -
potongan gambar sehingga menjadi rangkaian gambar yang bercerita
dalam durasi yang ditentukan, dan setiap ditayangkan tepat pada waktunya
merupakan bagian paling sulit dalam pekerjaan mengedit gambar.
Dalam menyusun paket berita, maka gambar pertama yang
ditampilkan adalah gambar yang paling dramatis, paling menarik dan
paling penting dalam upaya menarik perhatian penonton. Gambar -gambar
yang kurang dramatis dapat diletakan ditengah paket dan pada bagian
akhir paket gambar-gambar terbaik kembali dimunculkan. Jadi gambar
harus disusun sedemikian rupa sesuai gelombang. Susunan gambar yang34
diletakan secara acak tidak akan memberikan cerita yang dapat dimengerti
penonton.
Beberapa pedoman penting yang perlu diperhatikan oleh editor
gambar:
1. Selalu bertanya kepada jurnalis mengenai b erita apa yang ditampilkan.
2. Melihat terlebih dahulu (preview) seluruh gambar yang ada di kaset
dan mencatat gambar-gambar yang dianggap penting dan menarik.
3. Menggunakan lebih banyak suara natural atau suara atmosfir untuk
semua gambar yang tampil dil ayar.
4. Lebih baik menggunakan lebih banyak gambar statis daripada pan dan
zoom. Jangan memotong gerakan kamera, awali dan akhiri setiap
gerakan dengan shot statis.
5. Selalu menggunakan gambar terbaik untuk digunakan sebagai gambar
pertama dalam setiap paket berita.
6. Lakukan fade in, yaitu secara perlahan menambahkan volume suara
pada gambar pertama paket berita dan fade out, yaitu secara perlahan
mengurangi volume suara pada gambar akhir satu paket berita.
7. Berikan jeda (pause) sejenak sebelum suara narasi terdengar guna
memberikan kesempatan untuk mendengarkan suara alami.
8. Jengan meletakan (mengedit) narasi dan wawancara terlalu rapat,
biarkan terdapat jeda antara narasi dan wawancara.35
c. Profesi sebagai penulis narasi
Menulis narasi berita pada dasarnya adalah proses merangkum dan
memilih sejumlah terpenting yang akan membantu untuk mengungkapkan
atau menceritakan suatu peristiwa.
Prinsip utama ketika menulis naskah berita telivisi adalah bahasa
yang sederhana suatu naskah berita maka akan semakin baik. Bahasa yang
sederhana akan dimngerti oleh semua orang. Pada pokoknya penulis
naskah berita harus berusaha menulis narasinya semenarik mungkin sesuai
dengan isi dan esensi berita yang disampaikan.
Naskah berita televisi terdiri atas tiga bagian, yaitu;
1. Intro
Intro atau lead merupakan bagian terpenting dari suatu berita. Berita
televisi selalu dimulai dengan intro (lead) yang dibacakan oleh penyiar di studio.
Intro merupakan rangkuman dari seluruh unsur terpenting dari su atu berita dengan
latar belakang dan konteks yang diperlukan.
Fungsi utama dari intro adalah untuk menjual berita tersebut kepada
pemirsa, intro berfungsi untuk menarik perhatian penonton agar menyimak berita
bersangkutan sampai akhir. Intro harus disusun sedemikian rupa sehingga bias
membuat penonton merasa perlu mengikuti beritanya sampai akhir namun harus
tetap objektif, tidak sensasional atau bombastis.
2. Badan Berita
Setelah selesai menulis intro maka pekerjaan selanjutnya adalah menulis
badan berita atau narasi. Ketika menulis badan narasi maka struktur penceritaan36
berita tidak boleh meloncat -loncat, setiap perkembangan fakta atau informasi
harus diselesaikan sesuai alurnya, baru setelah itu pindah keperkembangan
berikutnya, dan seterusnya.
Fungsi narasi dalam berita televisi bukan untuk melengkapi atau
mendukung gambar, karena itu narasi tidak perlu panjang. Jika gambar telah
sangat jelas menunjukan fakta dan maknanya, maka tidak perlu diceritakan lagi.
Narasi hanya menceritakan apa yang tidak jelas a tau tidak tergambar di video.
3. Penutupan (ending)
Segera akhiri naskah berita bila tidak ada lagi fakta atau info yang relevan
atau signifikan yang perlu diceritakan atau bila panjang naskah sudah melebihi
waktu yang dialokasikan. Walaupun terletak pada bagian buntut, namun bagian
penutupan tidak boleh diremehkan begitu saja.
Setiap kali menulis narasi, penutupannya harus ditulis dengan baik, tajam,
tegas, dan kuat. Jangan mengakhiri berita dengan sesimpulan, apalagi saran atau
himbauan dari penulis, sebaiknya biar pemirsa mengambil kesimpulan sendiri.
Dalam membuat ending ini maka penulis narasi harus mengacu kembali
pada intro atau lead yang sudah dibuat lebih dulu. Jadi penutupan harus terkait
dengan awal cerita guna menjaga keutuhan atau kebulatan ceri ta tetap pada
benang merahnya.
d. Propesi sebagai Dubber
Dubber dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai pengisi suara. Pengisi
suara disini merupakan proses mengisi suara pada berita yaitu dengan membaca
narasi berita yang telah dibuat sebelumnya. Pengisi s uara bertanggungjawab37
menyelaraskan tampilan gambar berita dengan narasi berita sehinggas terbentuk
berita yang utuh.
Dalam membaca narasi berita, pengisi suara harus mampu mengontrol
suara dan menyesuaikan suara dengan berita yang disampaikan, sehingga na mpak
singkronisasi antara berita yang disampaikan dengan narasi yang dibacakan dan
penonton dapat mengerti dan memahami alur dari berita yang ditayangkan.
Penonton televisi menggunakan dua inderanya sekaligus, yaitu mata dan telinga
ketika menonton berita televisi.
Tidak demikian halnya dengan media lain yang hanya menggunakan salah
satu dari kedua indera tersebut. Pada saat menonton televisi, mata menerima
gambar yang muncul di layer da n telinga menangkap suara apapun yang keluar
dari televisi. Apa yang diterima oleh mata dan apa yang diterima oleh telinga pada
prinsipnya harus singkron, seiring sejalan saling isi mengisi dan saling
menjelaskan.
Jika apa yang diterima kedua indera terseb ut tidak cocok atau saling
bertentangan, maka akan menimbulkan kebingungan. Jika dalam membaca narasi
berita tidak sesuai dan tidak sejalan dengan gambar yang dilihat, tentu hal itu
merupakan gangguan bagi penonton.
5.1.2 Proses Produksi Berita di Batu TV
1. Liputan (seorang reporter dengan seorang kamerawan)
Merupakan proses pencarian dan pengumpulan data dari suatu peristiwa
untuk mengungkapkan kebenaran dan menginformasikan fakta -fakta sehingga
layak untuk dijadikan berita.38
2. Penulis Naskah Berita
Merupakan kegiatan merangkum dan memilih sejumlah fakta terpenting
dari hasil liputan suatu peristiwa yang dijadikan berita, sehingga akan semakin
memperjelas dan dimengerti oleh penonton maksud dari berita yang ditayangkan.
3. Dubbing
Merupakan kegiatan merekam atau mengisi suara (membaca teks narasi
yang telah dibuat) kedalam berita yang akan disajikan. Suara dari narasi yang
dibacakan harus sesuai dengan gambar yang ditampilkan pada televisi.
4. Editing
Merupakan editor untuk memilih gambar dan menyesuaikan g ambar itu
dengan gambar berikutnya serta penyesuaian antara audio dan visual sehingga
menjadi suatu sekuen yang memiliki cerita yang logis dan saling berkaitan
5. Tim Redaksi
Pihak yang mengolah dan mengatur berita yang akan ditayangkan
sehingga sesuai dengan kebutuhan audience
6. Produser
Pihak yang bertanggungjawab pada proses kerja tim redaksi dalam
menghasilkan berita
5.1.3 Keunggulan Produksi Berita Batu TV
Batu TV sebagai lembaga penyiaran lokal di wilayah Malang Raya
tentunya dalam memproduksi berita lebih terfokus pada produksi berita -berita
yang bersumber dari wilayah siarannya itu sendiri sehingga akan sesuai dengan
kondisi sosial budaya masyarakat Malang Raya.39
Informasi-informasi yang disajikan merupakan fakta -fakta kejadian serta
isu-isu hangat yang berlangsung dan berkembang di tengah -tengah masyarakat,
jelas hal ini sangat diminati dan dinantikan oleh masyarakat Malang Raya yang
tidak mau ketinggalan informmasi terkini yang actual terjadi di daerah mereka.
Masyarakat Malang Raya tentu saja akan terus mengikuti perkembangan
berita yang terjadi di Malang Raya.
5.1.4 Prospek Batu TV
Batu TV yang merupakan salah satu televisi swasta lokal di Malang Raya
dengan sumber daya yang dimiliki saat ini mampu menghasilkan tayangan -
tayangan yang berkualitas dan banyak digemari masyarakat Malang Raya, seperti
acara dialog interaktif dan acara campur sari
Untuk masa yang akan datang tentunya Batu Tv di bawah pimpinan Ir.
Andry Hoediono telah mempersiapkan dengan matang program -program acara
untuk bersaing dengan televisi lokal lainnya di Malang Raya, serta menambah
fasilitas dan prasarana yang lebih memenuhi standar broadcast.
Selain itu Batu TV sedang mengupayakan untuk menambah jangkauan
siaran. Untuk itu Batu TV sedang mengurus ijin p enyiaran regional sehingga
nantinya jangkauan siaran Batu TV tidak hanya untuk daerah Malang Raya dan
sekitarnya saja melainkan jangkauan siaran Batu TV akan meluas mencangkup
seluruh wilayah propinsi Jawa Timur.
5.2 Rekapitulasi Kegiatan Yang Dilakukan di Batu TV
Kegiatan PKL yang kami laksanakan di Batu TV, berjalan mulai dari
tanggal 26 Mei sampai 26 Juni 2008. Selama satu bulan kami banyak40
mendapatkan hal-hal baru tidak kami dapatkan di bangku kuliah. Di Batu TV
kami melakukan pekerjaan yang selalu di bimbing oleh para karyawan Batu TV
mulai hari pertama kerja sampai terakhir. Kami lalui dengan penuh
tanggungjawab sebagaimana karyawan Batu TV lainnya.
No Tanggal
Pekerjaan
(Rollyansyah)
Tempat
1 26/05/08
- Perkenalan dengan seluruh karyawan Batu
TV
- - Mengenal tiap divisi di Batu TV
Studio
2 27/05/08
- - Mengamati cara kerja di ruang On-Air
- - Mengamati ruang editing
- Menyiapkan kamera untuk liputan
Studio
Ruang master
control
Ruang editing
3 28/05/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
4 29/05/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
5 30/05/08 - - Mengamati siaran live Ruang produksi41
- - Mengamati tata cara membaca berita yang
benar
6 31/05/08 - Mengamati cara kerja di ruang On-Air studio
7 01/06/08 - Libur
8
02/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
9
03/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
10
04/06/08
- Mengamati cara kerja di ruang produksi Ruang produksi
11
05/06/08
- Dubbing, belajar editing Ruang editing
12
06/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
13
07/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
14
08/06/08
- Libur42
15
09/06/08
- Belajar membaca berita Ruang produksi
16
10/06/08
- Belajar editing Ruang editing
17
11/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
18
12/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
19
13/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
20
14/06/08
- - Mengamati cara kerja di ruang produksi
- - Belajar editing video
Ruang produksi
Ruang editing
21
15/06/08
- Libur
22
16/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
23
17/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
Lapangan
Ruang editing43
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
24
18/06/08
- Belajar editing adobe premiere Ruang editing
25
19/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
26
20/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
27
21/06/08
- - Mengamati cara kerja di ruang on air
- - Mengamati siaran live
Ruang produksi
28
22/06/08
- Libur
29
23/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
30
24/06/08
- Belajar membaca berita yang benar
31
25/06/08
- Konsultasi tentang laporan PKL
Ruang
Administrasi
32
26/06/08
- Acara perpisahan Studio44
No Tanggal
Pekerjaan
(Simon Asuat)
Tempat
1 26/05/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
2 27/05/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
3 28/05/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang t elah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
4 29/05/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
5 30/05/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke komputer
Lapangan
Ruang editing
6 31/05/08 - - Turun kelapangan untuk meliput berita Lapangan45
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Ruang editing
7 01/06/08 - - Libur
8
02/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
9
03/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
10
04/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
11
05/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
12
06/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing46
13
07/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
14
08/06/08
- - Libur
15
09/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
16
10/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
17
11/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
18
12/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
19
13/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
Lapangan
Ruang editing47
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
20
14/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang te lah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
21
15/06/08
- Libur
22
16/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
23
17/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
24
18/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
25
19/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
26
20/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita Lapangan48
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Ruang editing
27
21/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
28
22/06/08
- - Libur
29
23/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- - Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
30
24/06/08
- - Turun kelapangan untuk meliput berita
- - Menyusun narasi atas berita yang telah
diliput
- Mengcapture berita dari kamera ke computer
Lapangan
Ruang editing
31
25/06/08
- Konsultasi tentang laporan Pkl
Ruang
administrasi
32
26/06/08
- Acara perpisahan Studio49
Wartawan : Sebagai seorang yang bertugas mencari berita,
terutama di daerah lokal Malang Raya. Disini yang dibutuhkan adalah handycam,
keberanian dan merangkai kata -kata. Kemudian kita setor kepada dapur redaksi
dan kemudian akan diolah menggunakan beberapa softwar e sehingga dapat diatur
seperti yang diinginkan.
Live Production : Pada acara live yang dilakukan di studio 1 dan 2,
yang melibatkan 6 orang/ crew serta menggunakan beberapa peralatan yang
mendukung seperti 3 camera MD10000 yang masing -masing dilengkapi dengan
preview, beberapa lampu guna mendukung acara tersebut, 3 TBC (data video)
yang berguna sebagai pemilah antara 3 camera yang digunakan sehingga master
control dapat melihat view gambar yang di ambil pada setiap kamera, 1 Mixer
audio, 1 Switcher yang di lengkapi dengan 4 preview, serta 1 VTR yang berguna
sebagai penyimpan data atau gambar yang sudah digabungkan dengan audio yang
diteruskan pada panel yang berhubungan dengan stasiun televisi pusat dengan
dipancarkan dengan gelombang UHF yang dapat dinikma ti oleh pemirsa dirumah.
Blocking Time : Biasa disebut dengan pembelian jam tayang yang
berguna untuk suatu peliputan yang akan disiarkan pada waktu yang telah
disepakati. Dalam hal ini hanya melibatkan 1 orang/ crew saja yang berguna
sebagai pengambil gambar serta data-data yang ada dilapangan/ pada acara
tersebut. Lama Blocking Time sendiri bervariasi. Pada umumnya hanya berdurasi
1-2 jam penayangan. Apabila pengambilan gambar telah selesai, hasil hasil acara
tersebut diserahkan pada ruang editor.50
Production Non Live : Kegiatan ini hampir sama dengan kegiatan live,
tetapi tidak disiarkan secara langsung. Alat -alat yang digunakan juga sama dengan
acara live, hanya saja tidak menggunakan panel atau pemancar. Sehingga hasil
video dan audio yang telah dijadika n satu disimpan pada kaset VHS yang
nantinya akan diserahkan kepada editor yang bertugas untuk menayangkan
program acara yang diliput tadi. Kegiatan ini pada umumnya mempunyai durasi
pengambilan yang relative lama. Biasanya 5 -6 jam pengambilan. Akan tetapi yang
ditayangkan hanya berdurasi 2-3 jam saja.
On-Air : Pada devisi ini melibatkan 2 orang yang bertugas
mengatur susunan acara yang akan ditayangkan. Tugas orang pertama yaitu
sebagai pengatur kegiatan acara yang akan ditayangkan dan orang kedua bertuga s
sebagai pengatur pemberian title pada program acara yang ditayangkan. Sehingga
pada acara tersebut muncul logo Batu TV dan berbagai macam tulisan yang
muncul pada out put televisi yang ada pada pemirsa.

51

BAB VI
Kesimpulan dan Saran

Pada akhirnya setelah melampaui bab demi bab dengan memperkuat
kajian teori, maka perlu diuraikan kesimpulan dan saran yang perlu sebagai
peningkatan mutu.
6.1 Kesimpulan
Batu TV merupakan telivisi lokal dengan format informasi dan hiburan
ingin berperan aktif dalam memban gkitkan dan menggali potensi -potensi daerah
serta meningkatkan pendapatan dan kreatifitas masyarakat Malang Raya.
Berdasarkan hasil pengamatan yang kami temukan, maka dapat
disimpulkan bahwa Batu TV:
1. Program acara yang disajikan disesuaikan dengan segme n dan
kebutuhan penonton. Segmentasi Batu TV adalah semua kalangan
masyarakat Malang Raya.
2. Mengemas dan menyajikan berita secara lengkap dan aktual di
dalam lingkup Malang Raya.
3. Pimpinan mampu memberikan arahan dan masukan s ecara
langsung kepada karyawan sehingga dapat meningkatkan etos
kerja dan memperoleh hasil yang maksimal
4. Team Work yang solid dibutuhkan untuk memproduksi suatu
program acara yang diminati masyarakat.52
5. Setiap karyawan mampu menjalankan tugas dan kewaj ibannya
secara optimal. Proses komunikasi antar karyawan berjalan baik
hingga dapat menumbuhkan saling pengert ian pada setiap
karyawan.
6. Stasiun TV adalah tempat kerja yang sangat kompleks yang
melibatkan banyak orang dengan berbagai keahlian juru kamera ,
editor, reporter, ahli grafiss, dan staf operasional lainnya harus
saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam upaya menghasilkan
siaran sebaik mungkin.
7. Wartawan Batu TV mempunyai fungsi ganda dalam mencari dan
meliput berita. Selain sebagai reporter (wartawan sebagai fungsi
utama), juga sebagai kameramen. Dengan alasan, mereka
menganggap dengan fungsi ganda, lebih efektif dan efisien serta
mempermudah gerak dalam mencari dan meliput berita.
6.2 Saran-Saran
Pada setiap pelaksanaan kegiatan PKL tentunya ada hambatan -hambatan
yang muncul dan memerlukan jalan keluar sebagai penyelesaiaannya. Untuk itu
diperlukan masukan dan saran-saran guna menjadi pertimbangan untuk hasil yang
lebih baik di masa-masa berikutnya.53
Bagi instansi Batu TV:
1. Mengadakan peralatan dan perlengkapan studio yang lebih
memenuhi standart Broadcast.
2. Menambah atau memperluas daerah jangkauan agar siaran dapat
diterima oleh seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya
3. Memperbanyak program acara yang lebih bervariatif agar
siarannya tidak membosankan.
4. Menambah jam tayang sehingga lebih dikenal masyarakat dan
semakin dekat dengan pemirsa Batu TV.
5. Sebaiknya fungsi reporter (wartawan) lebih spesifik dan paling
tidak memiliki kameramen ya ng selalu mendampinginya dalam
mencari dan meliput berita sehingga lebih ideal.

54

DAFTAR PUSTAKA

Budyatna, Muhammad. 2006. Jurnalistik Teori Dan Praktik. Remaja Rosdakarya
Bandung
Effendy, Onong Uchjana. 1986. Ilmu Komunikasi. Remaja Karya. Bandung
------------------------------ . 2005. Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktek . Remaja
Rosdakarya. Bandung
Jalaluddin, Rakhmat. 2004. Psikologi Komunikasi . Remaja Rosdakarya. Bandung
Karlinah, Siti, dkk. 2003. Komunikasi Massa. Universitas Terbuka. Jakarta
Mondry. 2007. Dasar-Dasar Jurnalistik. Universitas Brawijaya. Malang
Muda, Deddy Iskandar. 2003. Jurnalistik Televisi Menjadi Reporter Profesional.
Remaja Rosdakarya. Bandung
Pareno, Sam Abede. 2005. Manajemen Berita Antara Idealisme Dan Berita .
Papyrus. Surabaya.

family